Organisme Manusia

Disampaikan dalam presentasi MK Perkembangan Pendidikan IPA (06/11/12)
Program Doktor Pend. IPA
SPs Universitas Pendidikan Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu lah yang paling Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan pena. Mengajarkan kepada manusia apa-apa yang belum diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
Dengan kekuasan Allah, manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling istimewa dan sempurna dari pada makhluk Allah yang lain. Manusia unik karena mampu menggunakan bahasa dan pemikiran. Setelah otak mengalami evolusi yang besar dan kompleks, kita memiliki fasilitas untuk berpikir, membayangkan, menciptakan, dan belajar dari pengalaman yang jauh melebihi spesies lain. Kita menggunakan kemampuan ini untuk membuat teknologi dan karya-karya sastra dan seni dalam skala yang luas, dan untuk mengembangkan pemahaman ilmiah tentang diri sendiri dan dunia.
Kita juga unik karena keingintahuan yang mendalam tentang diri sendiri: Bagaimana kita disatukan secara fisik? Bagaimana kita terbentuk? Bagaimana kita berhubungan dengan bentuk kehidupan yang lain dan kepada nenek moyang kita secara ilmu biologi? Bagaimana kita sebagai individu mirip atau tidak mirip manusia lainnya? Bagaimana kita bisa tetap sehat? Sebagian besar pemikiran ilmiah berfokus pada pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Makalah ini dibuat untuk melengkapi tugas mata kuliah Perkembangan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan juga untuk menambah pengetahuan tentang diri kita sendiri sebagai satu spesies, manusia. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk lebih meningkatkan kesadaran atas diri kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT dan juga terhadap masyarakat.
Bab ini akan fokus pada enam aspek utama dari organisme manusia: identitas manusia, siklus hidup, fungsi dasar dari tubuh, belajar, kesehatan fisik, dan kesehatan mental.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Identitas Manusia
Manusia sama seperti organisme hidup lainnya secara biologi. Manusia terdiri dari sel-sel dan itu sama seperti hewan lainnya, memiliki komposisi kimia yang sama, memiliki sistem organ dan karakteristik fisik seperti yang lain, melakukan reproduksi dengan cara yang sama, membawa sistem informasi genetik jenis yang sama, dan merupakan bagian dari jaring makanan.
Seperti organisme kompleks lainnya, manusia memiliki variasi dalam ukuran dan bentuk, warna kulit, proporsi tubuh, rambut tubuh, fitur wajah, kekuatan otot, wenangan, dan sebagainya.

Gambar 1. Variasi warna mata, warna kulit, dan fitur wajah manusia.
Akan tetapi, perbedaan ini tidak ada artinya dibanding kesamaan internal dari semua manusia, seperti yang ditunjukkan oleh fakta bahwa orang-orang dari mana pun di dunia ini dapat membaur secara fisik dalam hal reproduksi, transfusi darah, dan transplantasi organ. Semua manusia adalah satu spesies yang sama, yang terlihat membedakannya dari spesies lain justru pada adanya perbedaan budaya, bahasa, teknologi, dan seni antara kelompok masyarakat.
Beberapa spesies lain mengatur diri secara bersama, terutama dalam menjalankan fungsi khusus yang berbeda, seperti pertahanan, koleksi makanan, atau reproduksi, tetapi mereka mengikuti pola yang relatif sama tergantung warisan genetik. Manusia memiliki rentang perilaku sosial yang jauh lebih besar, mulai dari bermain kartu, menyanyikan lagu-lagu paduan suara, menguasai banyak bahasa sampai merumuskan hukum.
Salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah spesies manusia adalah perubahan 10.000 tahun yang lalu yaitu dari berburu dan mengumpulkan ke pertanian, hal ini yang membuat populasi manusia meningkat cepat. Selama periode awal pertumbuhan, manusia mulai menciptakan desa dan kemudian kota, sistem ekonomi dan politik, pencatatan dan peperangan yang terorganisir. Sekarang ini, adanya efisiensi yang lebih besar dalam pertanian dan pengendalian penyakit menular menyebabkan pertumbuhan populasi manusia yang lebih cepat, yang sekarang lebih dari lima miliar.
Jika dibandingkan dengan spesies lain, tidak ada yang istimewa dari manusia ketika dikaitkan dengan kecepatan, kelincahan, kekuatan, stamina, penglihatan, pendengaran, atau kemampuan untuk menahan kondisi ekstrim lingkungan.

Gambar 2. Cheetah dengan kecepatan berlari 112 km/jam sampai 120 km/jam Gambar 3. Penguin dapat berkembang biak saat musim dingin pada temperatur -30 °C

Gambar 4. Lalat memiliki keistimewaan pada penglihatan dengan mata majemuknya
Berbagai teknologi ditemukan dalam dunia fisika sehingga meningkatkan kemampuan kita untuk berinteraksi. Sebagai contoh, kendaraan memungkinkan kita untuk bergerak lebih cepat daripada hewan lain, melakukan perjalanan untuk mencapai tempat-tempat terpencil, bahkan ke luar angkasa. Teleskop, kamera, sensor inframerah, mikrofon, dan instrumen lainnya membentangkan visual, pendengaran, indera peraba, dan meningkatkan kepekaan kita. Perangkat badan palsu dan kimia dan intervensi bedah memungkinkan orang dengan cacat fisik dapat mengatasinya secara efektif di lingkungan.

B. Siklus Hidup
Seorang manusia berkembang awalnya dari satu sel yang terbentuk dari penggabungan sel telur dan sel sperma, masing-masing membawa setengah dari informasi genetik sel. Ovarium wanita menghasilkan sel telur (ovum) matang, biasanya satu per siklus menstruasi, fase menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Testis pada laki-laki menghasilkan sel sperma dalam jumlah besar.

Gambar 5. Sel Sperma Gambar 6. Sel Telur

Gambar 7. Perkembangan Zigot menjadi Embrio Gambar 8. Fetus pada minggu ke 38
Fertilisasi dari sebuah sel telur biasanya terjadi setelah sel sperma mendekat pada sel telur. Fertilisasi tidak selalu terjadi, hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, diantaranya karena sperma sampai pada sel telur saat siklus menstruasi perempuan, atau salah satu pasangan tidak dapat menghasilkan sel kelamin yang layak. Alat kontrasepsi juga digunakan untuk melumpuhkan sperma, menghalangi jalannya memasuki sel telur, mencegah pelepasan sel telur, atau mencegah sel telur dibuahi. Penggunaan teknologi untuk mencegah atau memfasilitasi kehamilan, bagaimanapun, adalah kontroversi dan menimbulkan pertanyaan secara adat istiadat sosial, etika, keyakinan agama, dan bahkan politik.
Embrio yang berkembang menghadapi kemungkinan beberapa risiko, yaitu bawaan cacat genetik, kesehatan yang buruk ibu atau diet yang tidak memadai selama kehamilan, penggunaan alkohol, tembakau, dan obat-obatan lainnya. Jika perkembangan bayi tidak lengkap saat kelahiran terjadi, baik karena kelahiran prematur atau perawatan kesehatan yang buruk, bayi mungkin tidak dapat bertahan hidup. Angka kematian bayi sangat bervariasi antara satu tempat dan lainnya, tergantung pada kualitas sanitasi, kebersihan, gizi, dan perawatan medis. Bahkan untuk bayi yang bertahan hidup, kondisi yang buruk sebelum kelahiran dapat mengakibatkan kemampuan fisik dan mental yang lebih rendah.
Pada anak normal perkembangan mental ditandai oleh penampilan serangkaian kemampuan dengan tahap yang berurutan. Peningkatan daya ingat terjadi menjelang akhir bulan pertama, kemampuan bicara pada ulang tahun pertama, peningkatan kemampuan bicara terjadi pada ulang tahun kedua, kemampuan untuk menghubungkan konsep dengan kategori pada ulang tahun keenam, dan kemampuan untuk mendeteksi argumen yang konsisten atau tidak konsisten pada saat remaja. Perkembangan ini semakin kompleks karena kematangan otak dan pengalaman belajar.

Gambar 9. Perkembangan fisik pada anak
Perkembangan manusia yang sangat lama dibandingkan dengan spesies lain dikaitkan dengan peran otak yang menonjol dalam evolusi manusia. Sebagian besar spesies sangat terbatas dalam perilaku dan bertahan hidup tergantung pada respon yang ditentukan oleh faktor genetik; mamalia, dan terutama manusia, lebih tergantung pada perilaku yang dipelajari. Masa kanak-kanak yang panjang menyediakan waktu dan kesempatan untuk berkembangnya otak menjadi alat hidup yang cerdas. Hal ini datang tidak hanya melalui bermain dan interaksi antara anak-anak dan orang dewasa, tetapi juga melalui paparan kata dan seni dari orang-orang dari dunia bagian lain dan waktu lain dalam sejarah. Kemampuan untuk belajar terus berlanjut sepanjang hidup.
Tahap perkembangan terjadi dalam waktu yang berbeda antara individu yang berbeda karena faktor fisiologis yang berbeda dan pengalaman yang berbeda. Transisi dari satu tahap ke tahap yang lain mungkin menyebabkan lebih sulit, terutama ketika terjadi perubahan biologis yang diamati atau tidak mempengaruhi kemampuan sosial. Di Amerika Serikat, masa pubertas-pematangan tubuh yaitu masa persiapan untuk reproduksi terjadi beberapa tahun sebelum usia umumnya, yang dianggap secara fisik dan psikologis adalah waktu yang tepat untuk menjadi orang tua dan fungsi dewasa lainnya.
Apakah orang dewasa menjadi orang tua, dan berapa jumlah anak yang dimiliki, ditentukan oleh faktor budaya dan pribadi, serta faktor biologis. Teknologi menjadi pilihan bagi orang untuk mengontrol reproduksi mereka. Cara-cara kimia dan mekanik ada untuk mencegah, mendeteksi, atau mengakhiri kehamilan. Melalui langkah-langkah seperti terapi hormon dan inseminasi buatan, juga memungkinkan untuk menyebabkan kehamilan.
Penuaan adalah proses normal pada semua manusia. Efeknya sangat bervariasi antara individu. Secara umum, otot dan sendi cenderung menjadi kurang fleksibel, tulang dan otot kehilangan massanya, energi berkurang, dan panca indra menjadi kurang tajam. Bagi wanita, salah satu peristiwa besar dalam proses penuaan adalah menopaus, kira-kira antara usia 45 dan 55 tahun. Wanita mengalami perubahan besar dalam produksi hormon seks, sehingga tidak lagi memiliki siklus menstruasi dan tidak lagi melepaskan telur.
Proses penuaan pada manusia dikaitkan tidak hanya pada perubahan sistem hormon, tetapi juga penyakit dan luka, diet, kemunculan mutasi yang terakumulasi dalam sel, jaringan yang rusak karena beban yang berat sendi, faktor psikologis dan yang terdapat pada zat berbahaya. Penumpukan yang lambat agen berbahaya seperti penumpukan dalam arteri, kerusakan paru-paru akibat merokok dan kerusakan pada kulit akibat radiasi dapat menyebabkan penyakit. Terkadang penyakit yang muncul di akhir kehidupan mempengaruhi fungsi otak, termasuk ingatan dan kepribadian. Selain itu, kapasitas fisik yang berkurang dan hilangnya peran sosial seseorang dapat menyebabkan kecemasan atau depresi. Di sisi lain, banyak juga orang tua yang mampu bergaul cukup baik, kehidupan yang aktif dan mandiri tanpa ketidakmampuan dalam periode yang lama.
Tampaknya ada jangka hidup maksimum untuk setiap spesies, termasuk manusia. Meskipun beberapa manusia hidup lebih dari seratus tahun, tapi rata-rata lama hidup berkisar dari 35 dan 75 tahun di negara-negara industri. Harapan hidup juga bervariasi antara kelompok-kelompok sosial ekonomi yang berbeda. Penyebab kematian berbeda untuk berbagai usia, etnis, dan kelompok ekonomi. Di Amerika kecelakaan lalu lintas banyak terjadi pada pria muda, penyakit jantung menyebabkan lebih banyak kematian pada pria, dan penyakit menular dan pembunuhan menyebabkan lebih banyak kematian di antara orang miskin.

C. Fungsi Dasar
Tubuh manusia merupakan sistem sel yang kompleks, sebagian besar dikelompokkan ke dalam sistem organ yang memiliki fungsi khusus. Sistem ini dapat lebih baik dipahami berdasarkan fungsinya misalnya sebagai sumber energi yang berasal dari makanan, perlindungan terhadap cedera, koordinasi internal, dan reproduksi.
Kebutuhan energi terus-menerus melibatkan indera dan otot rangka dalam memperoleh makanan, sistem pencernaan memecahkan makanan menjadi senyawa yang dapat digunakan dan kemudian membuang bahan makanan yang tidak tercerna, paru-paru menyediakan oksigen untuk pembakaran makanan dan pemakaian karbon dioksida yang dihasilkan, sistem kemih membuang limbah terlarut hasil dari aktivitas sel, kulit dan paru-paru mengeluarkan kelebihan panas (di mana sebagian besar energi dalam makanan akhirnya berkurang), dan sistem peredaran darah untuk memindahkan semua zat ke atau dari sel yang membutuhkan atau diproduksi.
Seperti semua organisme, manusia memiliki sarana untuk melindungi diri sendiri. Perlindungan diri melibatkan penggunaan indra dalam mendeteksi bahaya, sistem hormon dalam merangsang hati dan mendapatkan akses untuk pasokan energi darurat, dan otot dalam melepaskan atau pertahanan diri. Kulit memberikan perisai terhadap zat berbahaya dan organisme seperti bakteri dan parasit. Sistem kekebalan tubuh memberikan perlindungan terhadap zat yang masuk melakukan perlawanan ke dalam tubuh dan melawan sel-sel kanker yang berkembang dengan cepat dalam tubuh. Sistem saraf memainkan peran sangat penting dalam kelangsungan hidup, sehingga memungkinkan manusia dapat belajar dalam mengatasi perubahan di lingkungannya.
Pengendalian internal untuk mengelola dan mengkoordinasi sistem yang kompleks dilakukan oleh otak dan sistem saraf yang berhubungan dengan hormon kelenjar buang air. Sinyal-sinyal listrik dan kimia yang dibawa oleh saraf dan hormon mengintegrasi tubuh secara keseluruhan. Pengaruh dari keterkaitan antara hormon dan saraf menimbulkan sistem siklus yang terkoordinasi di hampir semua fungsi tubuh. Saraf dapat merangsang beberapa kelenjar untuk menghasilkan hormon, beberapa hormon mempengaruhi sel-sel otak, otak melepaskan hormon sendiri yang mempengaruhi perilaku manusia, dan hormon juga terlibat dalam transmisi sinyal antara sel-sel saraf. Beberapa obat legal maupun ilegal dapat mempengaruhi tubuh dan otak manusia dengan meniru atau memblokir hormon dan neurotransmiter yang dihasilkan oleh sistem hormon dan saraf.

Gambar 10. Sistem saraf pusat
Reproduksi menjamin kelanjutan dari spesies. Keinginan seksual merupakan dorongan biologis, dan bagaimana dorongan tersebut diwujudkan oleh manusia ditentukan oleh faktor psikologi dan budaya. Organ dan hormon indera yang terlibat, serta organ seks internal dan eksternal. Fakta bahwa reproduksi seksual menghasilkan variasi genetik dari campuran gen orang tua dan merupakan peran kunci dalam evolusi.

D. Belajar
Banyak perilaku merupakan bawaan dalam arti setiap anggota dari spesies diperkirakan akan menunjukkan perilaku tertentu tanpa memiliki pengalaman (misalnya, katak menangkap seekor lalat yang bergerak dalam bidang visualnya). Beberapa perilaku bawaan berkembang dari stimulus dan pengalaman. Pada manusia, misalnya, kemampuan berbicara akan berkembang pada bayi tanpa pelatihan khusus, apabila bayi bisa mendengar dan meniru suara dari lingkungannya.
Semakin kompleks otak suatu spesies, maka perilakunya menjadi lebih fleksibel. Perbedaan dalam perilaku individu sebagian muncul dari warisan dan sebagian lagi dari perbedaan pengalaman. Perilaku adalah hasil interaksi antara pewarisan sifat dan belajar. Kemampuan yang unik dari manusia adalah dalam meneruskan ide-ide dan praktek dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan untuk menciptakan yang baru sehingga telah menghasilkan variasi hampir tak terbatas dalam ide-ide dan perilaku yang berkaitan dengan budaya yang berbeda.
Belajar keterampilan otot terjadi melalui praktek. Jika seseorang menggunakan otot yang sama, terus menerus dalam cara yang sama (misal: melempar bola) dan akhirnya pola pergerakan akan terjadi secara otomatis. Tingkat keterampilan tergantung pada kemampuan bawaan individu, pada jumlah latihan, dan umpan balik dari informasi serta penghargaan. Dalam keadaan darurat, perhatian dengan cepat dapat difokuskan kembali pada tuntutan tugas yang tidak seperti biasa.
Belajar biasanya dimulai melalui sistem sensori yang pertama kali menerima informasi menyangkut tubuh, fisik dan dunia social disekitar kita. Cara setiap orang merasakan atau mengalami informasi ini tidak hanya tergantung pada stimulus itu sendiri, tetapi juga pada konteks fisik di mana stimulus terjadi, faktor fisik, psikologis, dan sosial yang terlihat. Indra tidak hanya memberikan gambaran tentang dunia, tetapi juga merespon rangsangan dalam tingkatan tertentu (misalnya mata yang sensitif terhadap sebagian kecil dari spektrum elektromagnetik). Selain itu, indra selektif menyaring kode informasi, memberikan beberapa rangsangan yang penting seperti ketika tidur orang tua dapat mendengar bayinya menangis, dan ketika seseorang beradaptasi dan tidak ada pemberitahuan bau yang tidak menyenangkan. Pengalaman, harapan, motivasi, dan tingkat emosional dapat mempengaruhi persepsi.
Belajar banyak terjadi melalui asosiasi: jika dua input tiba di otak pada saat yang sama, mereka akan cenderung terhubung dalam memori, dan satu persepsi akan mengarah pada harapan yang lain. Tindakan serta persepsi dapat dikaitkan. Pada tingkat yang paling sederhana, perilaku yang disertai atau diikuti oleh sensasi yang menyenangkan kemungkinan akan terjadi lagi, sedangkan perilaku diikuti oleh sensasi tidak menyenangkan mungkin tidak terjadi lagi. Perilaku yang memiliki konsekuensi menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam kondisi khusus akan lebih atau kurang mungkin ketika kondisi khusus tersebut terjadi. Kekuatan dari belajar biasanya tergantung pada kesesuaian waktu dan seberapa sering mereka terjadi bersamaan. Namun, ada beberapa efek yang tidak kentara. Sebagai contoh, suatu kejadian yang sangat menyenangkan setelah perilaku tertentu dapat mengakibatkan perilaku yang dihindari selamanya. Di sisi lain, penghargaan terhadap sebuah perilaku tertentu dapat menyebabkan perilaku yang lebih baik lagi.
Akan tetapi, kebanyakan belajar tidak begitu mekanis. Orang-orang cenderung untuk belajar dari meniru orang lain. Tidak semua belajar semata-mata dengan menambah informasi baru atau perilaku baru. Pemikiran manusia melibatkan interaksi ide, gagasan tentang ide-ide, dan dengan demikian dapat menghasilkan banyak asosiasi internal tanpa masukan sensorik lanjut.
Gagasan seseorang dapat mempengaruhi belajar dengan mengubah cara mereka menafsirkan persepsi dan ide-ide baru. Orang-orang cenderung menanggapi atau mencari informasi yang mendukung ide-ide yang telah mereka miliki dan di sisi lain untuk mengabaikan atau menganggap tidak ada informasi yang tidak selaras dengan ide-ide mereka. Jika informasi yang bertentangan tidak diabaikan atau dianggap tidak ada, hal ini dapat memicu reorganisasi berpikir yang membuat informasi yang baru menjadi masuk akal, serta semua informasi sebelumnya. Reorganisasi yang berturut-turut dari ide seseorang biasanya dihasilkan dari dihadapkannya dengan informasi atau keadaan baru. Reorganisasi tersebut sangat penting untuk proses pematangan manusia dan dapat terus terjadi sepanjang hidup.

E. Kesehatan Fisik/Jasmani
Untuk tetap dalam kondisi yang baik, tubuh manusia membutuhkan berbagai makanan dan juga latihan (olahraga). Jumlah energi (kalori) makanan yang dibutuhkan seseorang bervariasi sesuai ukuran tubuh, usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan tingkat metabolisme. Di luar energi, tubuh yang normal membutuhkan zat untuk menambah atau mengganti bahan untuk menyusun tubuhnya yaitu: lemak tak jenuh,substansinya yang tidak dapat dicerna tubuh, termasuk beberapa asam amino dan vitamin. Kondisi normal dari sistem tubuh membutuhkan untuk melakukan fungsinya seperti otot yang mempengaruhi gerakan, tulang yang menanggung beban, dan jantung harus memompa darah secara efisien. Olahraga teratur penting untuk menjaga sistem jantung/paru-paru tetap sehat, untuk menjaga gaya otot tetap bekerja, dan untuk menjaga tulang tidak rapuh.
Setiap individu harus mengontrol penggunaan dari tembakau (berimplikasi pada kanker paru-paru, emfisema, dan penyakit jantung), obat adiktif (berimplikasi pada disorientasi psikis dan gangguan sistem saraf), dan alkohol dalam jumlah berlebihan (yang memiliki efek negatif pada hati, otak, dan jantung). Selain itu, lingkungan dapat mengandung zat berbahaya (seperti timah, beberapa pestisida, dan radioaktif isotop) yang dapat membahayakan manusia. Oleh karena itu, kesehatan yang baik dari individu juga tergantung pada upaya bersama masyarakat untuk memantau udara, tanah, dan air dan untuk mengambil langkah-langkah menjaganya agar tetap aman.
Organisme lain juga dapat mengganggu operasi normal tubuh manusia. Beberapa jenis bakteri atau jamur dapat menginfeksi tubuh dengan membentuk koloni di organ atau jaringan. Virus yang menyerang sel-sel sehat dan menyebabkan sel tersebut dapat mensintesis lebih banyak virus pada umumnya akan membunuh sel tersebut. Penyakit menular juga bisa disebabkan oleh hewan parasit yang dapat hidup di usus, aliran darah, atau jaringan.
Baris pertama pertahanan tubuh terhadap infeksi adalah dengan menjaga agar virus atau bakteri tidak memasuki atau menetap di dalam tubuh. Mekanisme perlindungan tersebut yaitu kulit untuk memblokir mereka, air mata dan air liur untuk membawa mereka keluar, dan sekresi perut dan vagina untuk membunuh mereka. Selain itu juga dengan cara menjaga kulit tetap bersih, makan dengan benar, menghindari makanan dan cairan yang terkontaminasi, dan umumnya menghindari pendekatan pada penyakit yang tidak berguna.
Baris berikut dari pertahanan tubuh adalah sistem kekebalan tubuh. Jika individu berhasil menahan serangan, beberapa antibodi tetap berada dalam tubuh yang dengan kemampuan cepat akan menghasilkan lebih banyak. Bertahun-tahun sesudahnya, atau bahkan seumur hidup, sistem kekebalan tubuh akan siap membatasi atau mencegah penyakit yang sama. Reaksi alergi disebabkan oleh respon imun yang luar biasa kuat untuk beberapa zat lingkungan, seperti yang ditemukan pada serbuk sari, bulu hewan, atau makanan tertentu. Kadang-kadang sistem kekebalan tubuh manusia dapat menyerang sel-sel sehat. Beberapa penyakit karena virus, seperti AIDS dapat menghancurkan sel-sel penting dari sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh tak berdaya menghadapi makromolekul asing dan sel-sel kanker.
Infeksi penyakit bukan satu-satunya ancaman bagi kesehatan manusia. Pada bagian atau sistem tubuh dapat terjadi gangguan fungsi untuk alasan internal. Beberapa cacat dalam proses tubuh disebabkan oleh penyimpangan gen. Efek langsung dapat terjadi seperti menyebabkan perdarahan atau dapat meningkatkan kerentanan tubuh sehingga mengembangkan penyakit tertentu, seperti arteri tersumbat atau depresi. Gen tersebut dapat diwariskan atau hasil dari mutasi sel selama perkembangan individu. Penyakit yang bersifat genetic baru akan muncul apabila gen yang cacat diturunkan dari kedua orang tua.
Faktanya sekarang adalah kebanyakan orang hidup dalam pengaturan fisik dan sosial yang sangat berbeda dan merupakan faktor yang penting dalam menentukan kesehatan penduduk. Satu “kelainan” di negara-negara industri adalah diet, yang awalnya diet terutama pada tanaman mentah dan bahan hewan, tetapi sekarang juga mencakup kelebihan jumlah gula, lemak jenuh, garam, kafein, alkohol, nikotin, dan obat-obatan lainnya. Olahraga yang kurang merupakan perubahan dari gaya hidup prasejarah. Ada juga polusi lingkungan dan stres di lingkungan sosial yang ramai, sibuk, dan cepat berubah. Di sisi lain, teknik medis baru, sistem pemberian layanan kesehatan yang efisien, sanitasi yang baik, dan pemahaman publik yang lebih lengkap tentang sifat penyakit memberi kesempatan pada manusia untuk lebih sehat.

F. Kesehatan Mental
Kesehatan mental melibatkan interaksi psikologis, biologis, sistem fisiologis, sosial, dan budaya yang baik. Hal ini umumnya dianggap sebagai kemampuan orang untuk mengatasi keadaan, baik dalam kehidupan pribadi, profesional, dan sosial.
Daradjat (1983) mengemukakan, kesehatan mental adalah terhindar seseorang dari gangguan dan penyakit kejiwaan, mampu menyesuaikan diri, sanggup menghadapi masalah-masalah dan kegoncangan-kegoncangan biasa, adanya keserasian fungsi-fungsi jiwa (tidak ada konflik) dan merasa bahwa dirinya berharga, berguna dan bahagia, serta dapat menggunakan potensi yang ada padanya seoptimal mungkin. Jadi kesehatan mental seseorang berhubungan dengan kemampuan menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapi.
Ide tentang apa itu kesehatan mental bervariasi dari satu budaya ke yang lain dan dari satu periode ke waktu yang lain. Perilaku yang dianggap penyakit jiwa dalam satu budaya mungkin dianggap sebagai eksentrisitas atau bahkan sebagai inspirasi hebat pada budaya lainnya. Dalam beberapa budaya, orang dapat diklasifikasikan sebagai sakit jiwa jika mereka terus-menerus menyatakan ketidaksetujuan dengan otoritas agama atau politik. Ide tentang perawatan yang tepat untuk keadaan mental yang abnormal berbeda pula. Berpikir abnormal yang sengaja dihukum dalam satu budaya dapat diobati dalam budaya lain dengan keterlibatan sosial, dengan isolasi, dengan dukungan sosial meningkat, dengan doa, dengan wawancara mendalam, atau dengan prosedur medis.
Individu memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengatasi masalah lingkungan. Tertekan di masa kecil mungkin sangat sulit untuk ditangani karena dapat membentuk pola pikir anak yang memiliki efek jangka panjang pada kesehatan psikologis dan penyesuaian sosial. Orang juga mengatasi gangguan psikologis dengan cara yang berbeda. Sering kali, orang bereaksi dengan menyangkal bahwa mereka memiliki masalah psikologis. Bahkan, ketika mereka menyadari bahwa mereka memiliki masalah seperti itu tapi tidak memiliki uang, waktu, atau dukungan sosial yang diperlukan untuk mencari bantuan. Gangguan perilaku berkepanjangan dapat menyebabkan reaksi yang kuat terhadap lingkungan dan dapat menambah stres pada individu.
Diagnosis dan pengobatan gangguan mental menjadi sangat sulit karena sebagian besar kehidupan mental masyarakat biasanya tidak dapat diakses. Misalnya: ketika kita mengingat nama seseorang, namun pikiran sadar tidak memiliki ide dalam proses mengingat itu. Selain itu, kita dapat mengalami marah, takut atau depresi tanpa tahu penyebabnya. Menurut beberapa teori gangguan mental, perasaan seperti itu mungkin hasil dari pikiran atau ingatan sadar yang terhambat atau diblokir. Pengobatan untuk gangguan pada pikiran bawah sadar dapat dicari dalam mimpi atau pasien didorong untuk berbicara panjang dan bebas di tempat terbuka untuk mendapatkan ide dan menemukan penyelesaian masalah.
Beberapa gangguan psikologis yang dianggap sebagai murni spiritual atau mental dapat dijelaskan berdasarkan gangguan biologi. Kerusakan jaringan otak akibat tumor atau pembuluh darah yang pecah dapat menghasilkan berbagai gejala perilaku, tergantung dimana lokasi otak yang terpengaruh. Misalnya, cedera otak dapat mempengaruhi kemampuan menempatkan kata-kata atau dalam memahami pembicaraan orang lain, serta dapat menyebabkan ledakan emosional. Kekurangan atau kelebihan beberapa bahan kimia yang diproduksi di otak dapat menyebabkan halusinasi dan depresi kronis. Memburuknya mental yang kadang-kadang sering terjadi disebabkan oleh penyakit dari otak. Kelainan biologi tidak selalu menghasilkan kerusakan psikologis dengan sendirinya, tetapi dapat membuat individu sangat rentan terhadap gangguan lain.
Sebaliknya, keadaan emosional memiliki beberapa efek biokimia yang berbeda. Ketakutan dan kemarahan menyebabkan hormon akan dilepaskan ke dalam aliran darah yang mempersiapkan tubuh untuk bertindak. Tekanan psikologis juga dapat mempengaruhi kerentanan individu terhadap penyakit biologis. Ada beberapa bukti bahwa keadaan emosional yang intens atau kronis kadang-kadang dapat menghasilkan perubahan dalam sistem saraf dan kekebalan tubuh. Misalnya, takut, marah, depresi, atau bahkan hanya kekecewaan dapat menyebabkan perkembangan sakit kepala, peningkatan asam lambung, dan infeksi. Efek tersebut dapat membuat individu lebih rentan terhadap stres psikologis. Di pihak lain, ada bukti bahwa hubungan social dan dukungan dapat meningkatkan kemampuan seseorang melawan penyakit tertentu atau meminimalkan pengaruhnya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Makalah ini dapat disimpulkan menjadi sebagai berikut:
1. Manusia terdiri dari sel-sel dan itu sama seperti hewan lainnya. Manusia memiliki variasi dalam ukuran dan bentuk, warna kulit, proporsi tubuh, rambut tubuh, fitur wajah, kekuatan otot, wenangan, dan sebagainya.
2. Siklus hidup manusia berawal dari satu sel yang terus berkembang menjadi bayi, setelah itu terus tumbuh hingga tua dan meninggal.
3. Tubuh manusia merupakan sistem sel yang kompleks, sebagian besar dikelompokkan ke dalam sistem organ yang memiliki fungsi khusus.
4. Perilaku merupakan interaksi antara pewarisan sifat dan belajar. Perbedaan dalam perilaku individu sebagian muncul dari warisan dan sebagian lagi dari perbedaan pengalaman.
5. Untuk tetap dalam kondisi yang baik (sehat jasmani), tubuh manusia membutuhkan berbagai makanan sehat dan juga latihan (olahraga).
6. Kesehatan mental yang baik melibatkan interaksi psikologis, biologis, sistem fisiologis, sosial, dan budaya.

B. Komentar
• Bismillahirrohmanirohim. Fabiayyi’ala irobbikuma tukazziban (QS. Ar Rahman (55): 18). “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”. Dengan membaca dan mempelajari buku Science for All Americans terutama pada bab The Human Organism makin menyadarkan penulis atas kekuasaan Allah SWT. Bahkan semuanya sudah ditulis di dalam Alquran, tinggal bagaimana manusia membaca dan memanfaatkannya.
• Sebenarnya keanekaragaman atau variasi pada manusia sudah dituliskan dalam QS. Ar Ruum: 22, yaitu: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
• Hingga kini di kalangan umat Islam masih ada dua kubu antara yang membolehkan penggunaan alat konstrasepsi dan ada yang menolak. Alasan yang memperbolehkan diantaranya dari segi kesehatan ibu dan ekonomi keluarga. Intinya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak. Di lain pihak, beberapa ulama berpendapat bahwa penggunaan alat konstrasepsi tidak dibolehkan. Hal ini didasarkan pada firman Allah (Qs. Al-Isra’:31) yang berbunyi: “Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kalian.”
• Fertilisasi (pembuahan) yaitu peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan zygote (Lestari, ES & Kistinnah, Indun, 2009). Hasil pembuahan adalah zigot yang kemudian mengalami pertumbuhan dan perkembangan lebih rinci seperti sebagai berikut:
1. Zigot membelah menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, dan seterusnya.
2. Dalam waktu bersamaan lapisan dinding dalam uterus menjadi tebal seperti spons, penuh dengan pembuluh darah, dan siap menerima zigot.
3. Oleh karena kontraksi otot dan gerak silia dinding saluran Fallopii, zigot menuju ke uterus (rahim) dan menempel di dinding rahim untuk tumbuh dan berkembang.
4. Terbentuknya plasenta dan tali pusat yang merupakan penghubung antara embrio dan jaringan ibunya. Fungsi plasenta dan tali pusat adalah mengalirkan oksigen dan zat-zat makanan dari ibu ke embrio, serta mengalirkan sisa-sisa metabolisme dari embrio ke peredaran darah ibunya.
5. Embrio dikelilingi cairan amnion yang berfungsi melindungi embrio dari bahaya benturan yang mungkin terjadi.
6. Embrio berusia empat minggu sudah menunjukkan adanya pertumbuhan mata, tangan, dan kaki.
7. Setelah berusia enam minggu, embrio sudah berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga, dan jantung sudah berkembang. Tangan dan kaki, serta jari-jarinya mulai terbentuk.
8. Setelah berusia delapan minggu, embrio sudah tampak sebagai manusia dengan organ-organ tubuh lengkap. Kaki, tangan, serta jari-jarinya telah berkembang. Mulai tahap ini sampai lahir, embrio disebut fetus (janin).
9. Setelah mencapai usia kehamilan kira-kira sembilan bulan sepuluh hari, bayi siap dilahirkan.
• Indonesia sebagai negara berkembang memiliki rata-rata hidup 68 tahun. Hal ini sesuai dengan sebuah tulisan yang penulis kutip dari Majalah Voice of America (2012) sebagai berikut:
Kepala Badan Pembangunan dan Penduduk PBB Jose Miguel Guzman memuji peningkatan umur panjang sebagai salah satu pencapaian terbaik manusia. Rentang kehidupan yang lebih panjang berkat perbaikan gizi, sanitasi, kemajuan medis, layanan kesehatan yang lebih baik, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi. … Laporan itu menyebutkan, peningkatan jumlah penduduk berusia lanjut paling besar adalah di negara-negara berkembang, di mana kini orang hidup hingga rata-rata 68 tahun dan diperkirakan akan hidup hingga usia 74 tahun pada 2050. Tingkat harapan hidup di negara-negara maju adalah 78 tahun, di mana anak yang baru dilahirkan sekarang diperkirakan akan hidup hingga usia 83 tahun.

• System organ manusia menurut Wikipedia (2012) yang telah penulis modifikasi adalah sebagai berikut ini.
Gambar Sistem
Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat (yang merupakan otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf perifer. Otak adalah organ pikiran, emosi, dan sensoris pengolahan, dan melayani banyak aspek komunikasi dan kontrol dari berbagai sistem dan fungsi-fungsi lainnya yang terdiri dari indera penglihatan, pendengaran, rasa, dan bau. Mata, telinga, lidah, dan hidung mengumpulkan informasi tentang lingkungan tubuh.
Sistem sirkulasi terdiri dari jantung dan pembuluh darah (arteri, vena, pembuluh kapiler). Jantung mendorong peredaran darah, yang berfungsi sebagai “sistem transportasi” untuk mentransfer oksigen, bahan bakar, nutrisi, produk-produk limbah, sel-sel kekebalan tubuh, dan isyarat molekul (yaitu, hormon) dari salah satu bagian tubuh yang lain. Darah terdiri dari cairan yang membawa sel-sel dalam sirkulasi, termasuk beberapa yang bergerak dari jaringan ke pembuluh darah dan kembali, serta limpa dan sumsum tulang.
Sistem reproduksi terdiri dari gonad dan organ seks internal dan eksternal. Sistem reproduksi menghasilkan gamet dalam setiap jenis kelamin. Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak.

Sistem muskuloskeletal (rangka) terdiri dari kerangka manusia (termasuk tulang, ligamen, tendon, dan tulang rawan) dan otot-otot melekat. Ini memberikan struktur dasar tubuh dan kemampuan untuk gerakan. Selain peran struktural, tulang-tulang yang lebih besar dalam tubuh berisi sumsum tulang, tempat produksi sel darah. Semua tulang adalah tempat penyimpanan utama untuk kalsium dan fosfat.
Sistem pernapasan terdiri dari hidung, nasofaring, trakea, dan paru-paru. Sistem pernapasan adalah sistem yang memiliki fungsi untuk mengambil oksigen, menyediakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke luar tubuh.
Sistem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, perut, usus (usus besar dan kecil), dan rektum, serta hati, pankreas, kantong empedu, dan kelenjar ludah. Sistem pencernaan berfungsi memecah makanan menjadi senyawa agar dapat digunakan dan membuang bahan makanan yang tidak tercerna.
Sistem yang menutupi tubuh terdiri dari penutup tubuh (kulit), termasuk rambut dan kuku serta struktur penting fungsional lainnya seperti kelenjar keringat dan sebaceous kelenjar. Kulit menyediakan penahanan, struktur, dan perlindungan organ-organ lain, tetapi juga berfungsi sebagai indera utama yang berhubungan dengan luar tubuh.
Sistem saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Berfungsi menghilangkan air dari darah untuk menghasilkan urin, dan membawa berbagai molekul limbah dan kelebihan ion dan air keluar dari tubuh.

Sistem kekebalan terdiri dari sel-sel darah putih, timus, kelenjar getah bening dan saluran getah bening, yang juga bagian dari sistem limfatik. Sistem kekebalan memberikan mekanisme tubuh sendiri untuk membedakan sel dan jaringan dari sel-sel dan zat-zat asing dan untuk menetralisir atau menghancurkan yang terakhir dengan menggunakan protein khusus seperti antibodi, sitokin, dan tol-seperti reseptor, di antara banyak lainnya
Sistem endokrin terdiri dari kelenjar endokrin utama: hipofisis, tiroid, adrenal, pankreas, parathyroids, dan organ reproduksi Sistem endoktrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh.

• Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini, yang penting dalam belajar adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Gambar 11. Skema teori belajar Behavioristik
• Tokoh yang mendukung aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike. Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).
• Percobaan Thorndike yang terkenal dengan binatang uji coba kucing yang dilaparkan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Dalam melaksanakan coba-coba ini, kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar yang sesuai dengan konsep belajar yang dikemukakan dalam buku Science for All Americans, diantaranya:
a) Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan stimulus–respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus-Respons.
b) Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
c) Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.
• Carl Rogers mengenalkan konsep fully functioning (pribadi yang berfungsi sepenuhnya) sebagai bentuk kondisi mental yang sehat. Secara singkat fully functioning person ditandai (1) terbuka terhadap pengalaman; (2) ada kehidupan pada dirinya; (3) kepercayaan kepada organism lain; (4) kebebasan berpengalaman; dan (5) kreativitas. Di buku lain Golden Allport (dalam Notosoedirjo, 1999) menyebut mental yang sehat dengan maturity personality. Dikatakan bahwa untuk mencapai kondisi yang matang itu melalui proses hidup yang disebutnya dengan proses becoming. Orang yang matang itu, jika: (l) memiliki kepekaan pada diri secara luas; (2) hangat dalam berhubungan dengan orang lain; (3) keamanan emosional atau penerimaan diri; (4) persepsi yang realistik, keterampilan dan pekerjaan; (5) mampu menilai diri secara objektif dan memahami humor; dan (6) menyatunya filosofi hidup. Kesehatan mental sebenarnya berkaitan erat dengan keimanan, dan itu sudah banyak dilakukan penelitian. Dimana terdapat korelasi positif antara keimanan dan kesehatan mental, semakin kuat iman seseorang, maka mentalnya juga akan lebih sehat lagi, dan begitu juga sebaliknya.
• Komentar terhadap pertanyaan Bapak Lukman Hakim, bagaimana pengaruh lantunan ayat suci Alquran bagi janin dalam kandungan: organ-organ tubuh janin selesai terbentuk pada kandungan usia 5 bulan. Setelah masa itu, terjadi proses perkembangan atau pematangan dari seluruh sel-sel organ yang telah terbentuk dan akan mulai berfungsi secara sempurna. Bersamaan dengan itu, diusia ini otak janin pun sudah mampu menterjemahkan rangsangan suara. Pemberian stimulasi seperti ini sangatlah penting karena sel-sel otak yang sudah diberi stimulasi sedini mungkin dapat memicu otak untuk bekerja lebih optimal. Dan kenapa lebih baik didengarkan ayat suci, karena Al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan yang diperdengarkan.
• Komentar terhadap pertanyaan Ibu Tati Kristianti, apakah kecerdasan intelegensi mempengaruhi kecerdasan emosional: kecerdasan emosional dan kecerdasan integensi merupakan dua factor yang menentukan kesuksesan seseorang selain kecerdasan spiritual. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lipat lebih penting daripada kecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengelola atau mengontrol emosi dirinya dan orang lain disekitarnya. Sedangkan kecerdasan intelektual merupakan istilah yang menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti menalar, merencanakan masalah, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, dan belajar. Namun jika berbicara korelasi antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual itu bersifat relative. Tidak selalu orang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual tinggi akan memiliki kecerdasan emosional juga tinggi, atau sebaliknya. Sebagai contoh, seorang ilmuwan teoritis Fisika, Albert Einsten yang terkenal sangat jenius dengan IQ mencapai 160 (hasil penelitian), namun berdasarkan sejarah hidupnya, Eintein terkenal pendiam dan tidak banyak bergaul semasa kecilnya (kecerdasan emosional tidak begitu bagus).
• Komentar terhadap pertanyaan Bapak Nanang Winarno, bagaimana dengan kontak batin antara seorang ibu dan anaknya: memang tidak dapat dijelaskan secara logika kebenaran dari kontak batin antara seorang ibu dan anak, namun faktanya memang ada. Analogi dalam teori fisika, adanya resonansi yaitu ikut bergetarnya suatu benda ketika benda lain digetarkan jika memiliki frekuensi yang sama. Seorang ibu cenderung lebih memiliki kontak yang kuat dibanding bapak oleh karena semenjak proses terbentuk, dalam kandungan dan dilahirkan, ibulah yang memiliki peran lebih besar bagi anak.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. PBB: 30 Persen Warga di 64 Negara Tergolong Lansia Tahun 2050. Washington: Voice of America.
Lestari, ES & Kistinnah, Indun. 2009. Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdikbud.
Rutherford, F.Y and Ahlgren, 1990. Science for All American. New York: Oxford University Press.
Wikipedia. 2012. Fisiologi Manusia. Ensiklopedia bebas [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Fisiologi_manusia (diunduh 264 Oktober 2012).
Wikipedia. 2012. Sel Darah Putih. Ensiklopedia bebas [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih (diunduh 24 Oktober 2012).
Wikipedia. 2012. Sistem Kekebalan. Ensiklopedia bebas [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kekebalan (diunduh 24 Oktober 2012).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s