Evaluasi Pembelajaran Fisika

EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA

a. Validitas

    Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid jika tes tersebut dapat mengukur apa yang akan diukur. Soal tes harus sesuai dengan kisi-kisi.

    Tabel 1. Kisi-kisi Asesment Berbasis Kompetensi

    Nama Sekolah : SMA N I Lubuk Sikaping
    Mata Pelajaran : Fisika
    Kelas / Program : X / –
    Semester : 1
    Standar kompetensi : 2.  Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik
    Kompetensi Dasar : 2.3.  Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan
    No Indikator tes Jumlah soal No item Tingkat kognitif Kunci jawaban
    1 2 3 4 5 6
    2 Menjelaskan pengaruh gaya bila bekerja pada suatu benda. 1 1 C2 C
    3 Menyatakan satuan gaya dalam SI dan MKS 1 2 C1 B
    4 Menjelaskan tentang gaya berat dan aplikasi dalam kehidupan 2 3

    4

    C2

    C3

    D

    E

    5 Menjelaskan tentang gaya gesekan 2 5

    6

    C1

    C1

    C

    E

    6 Membedakan gaya gesekan statik dan kinetik 2 7

    8

    C2

    C2

    C

    C

    7 Menjelaskan aplikasi gaya gesekan 1 9 C3 A
    8 Menentukan koefisien gesekan 1 10 C3 D
    9 Melukis diagram gaya yang bekerja pada suatu benda 1 11 C2 D
    10 Menjelaskan hukum I Newton 2 12

    13

    C1

    C2

    D

    C

    11 Menyelesaikan soal tentang hukum I Newton 3 14

    15

    16

    C2

    C3

    C4

    E

    D

    C

    12 Menjelaskan aplikasi hukum I Newton 2 17

    18

    C3

    C3

    E

    B

    13 Menjelaskan definisi hukum II Newton 1 19 C1 A
    14 Menyelesaikan soal sederhana tentang hukum II Newton (tanpa gesekan) 3 20

    21

    22

    C2

    C3

    C3

    D

    B

    D

    15 Menyelesaikan soal sederhana tentang hukum II Newton (dengan gesekan) 1 23 C3 D
    16 Menganalisis soal hukum II Newton pada bidang datar 1 24 C4 C
    17 Menentukan besar gaya normal pada bidang miring 2 25

    26

    C2

    C3

    D

    B

    18 Menganalisis soal hukum II Newton pada bidang miring 1 27 C4 A
    19 Menganalisis soal hukum II Newton pada benda yang terletak di bidang datar dan dihubungkan katrol dengan benda yang lainnya. 1 28 C4 C
    20 Menganalisis soal hukum II Newton pada sebuah katrol 1 29 C4 C
    21 Menganalisis soal hukum II Newton benda di dalam lift 2 30

    31

    C3

    C4

    D

    E

    22 Menjelaskan tentang hukum III Newton 2 32

    33

    C1

    C2

    B

    B

    23 Menjelaskan aplikasi hukum III Newton 1 34 C3 E
    24 Menganalisis soal yang berkaitan dengan hukum II dan hukum III Newton 3 35

    36

    37

    C2

    C4

    C5

    B

    D

    E

    25 Menyelesaikan soal tentang konsep gaya sentripetal 2 38

    39

    C3

    C3

    D

    B

    26 Merumuskan konsep gaya sentripetal pada tikungan miring 1 40 C5 B
    27 Menganalisis soal konsep gaya sentripetal pada aplikasi gerak melingkar horizontal 1 41 C4 C
    28 Menganalisis soal konsep gaya sentripetal pada aplikasi gerak melingkar vertikal 4 42

    43

    44

    45

    C4

    C4

    C4

    C4

    E

    C

    C

    A

    b. Reliabilitas tes

      Reliabel merupakan ketepatan suatu tes apabila digunakan pada subjek yang sama. Menurut Suharsimi (2005: 103):

      Dimana       dan

      Keterangan:

      =    reliabilitas tes secara keseluruhan

      n    =    jumlah butir soal

      M   =    rata-rata skor tes

      N   =    jumlah pengikut tes

      =    varians total

      Tabel 2. Klasifikasi Indeks Reliabilitas Soal

      No Indeks Reliabilitas Klasifikasi
      1 0,00-0,20 Sangat rendah
      2 0,20-0,40 Rendah
      3 0,40-0,60 Sedang
      4 0,60-0,80 Tinggi
      5 0,80-1,00 Sangat Tinggi

      Adapun soal yang akan digunakan adalah

      Dari tes uji coba yang dilakukan, reliabilitas soal adalah 0,77 dengan kriteria tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 1.

      Tabel 3. Analisis Reliabilitas Uji Coba

      No Xi fi Xi2 fi Xi fi Xi2
      1 38 2 1444 76 2888
      2 37 3 1369 111 4107
      3 36 2 1296 72 2592
      4 34 2 1156 68 2312
      5 33 1 1156 34 1156
      6 32 2 1089 66 2178
      7 31 2 1024 64 2048
      8 30 4 961 124 3844
      9 29 1 900 30 900
      10 28 2 841 58 1682
      11 27 1 784 28 784
      12 25 2 729 54 1458
      13 23 2 625 50 1250
      14 22 2 529 46 1058
      15 21 1 484 22 484
      16 20 1 441 21 441
      17 19 4 400 80 1600
      18 18 3 361 57 1083
      19 9 1 324 18 324
      38 1079 32189

      Jadi hasil uji reliabilitas uji coba soal diperoleh 0,77 dengan kriteria tinggi.

      c. Daya Pembeda (D)

        Kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dan siswa yang kurang pandai. Menurut Suharsimi (2005: 212), menghitung daya beda dengan kelompok kecil pada penelitian adalah: ”Seluruh kelompok tes dibagi dua sama besar, 50 % kelompok atas dan 50 % kelompok bawah. Seluruh pengikut tes dideretkan dari skor tertinggi sampai skor terendah lalu dibagi dua”. Rumusan untuk menghitung daya beda tersebut adalah:

        Keterangan:

        D   =    daya pembeda

        Ba =    jumlah kelompok atas yang menjawab benar

        Bb =    jumlah kelompok bawah yang menjawab benar

        Ja =    jumlah peserta kelompok atas

        Jb =    jumlah peserta kelompok bawah

        Tabel 4. Klasifikasi Indeks Daya Beda

        No Indeks daya beda soal Klasifikasi
        1 Minus Tidak Baik
        1 0,00-0,20 Jelek
        2 0,20-0,40 Cukup
        3 0,40-0,70 Baik
        4 0,70-1,00 Baik sekali

        Adapun indeks daya beda soal yang akan digunakan adalah

        Hasil perhitungan daya beda soal dapat dilihat pada tabel 6.

        d. Indeks kesukaran

          Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya soal disebut indeks kesukaran (P). Suharsimi (2005: 208) menyatakan bahwa indeks kesukaran soal dihitung dengan rumus:

          Keterangan:

          P    =    tingkat kesukaran

          B   =    jumlah siswa yang menjawab benar

          JS =    jumlah seluruh peserta ujian

          Tabel 5. Klasifikasi Tingkat Kesukaran Soal

          No Indeks kesukaran Klasifikasi
          1 0,00-0,30 Sukar
          2 0,30-0,70 Sedang
          3 0,70-1,00 Mudah

          Adapun indeks kesukaran soal yang digunakan

          Berdasarkan analisis indeks kesukaran, diperoleh 3 soal dengan kriteria sukar, 35 dengan kriteria sedang, dan 7 dengan kriteria mudah. Dari kriteria tersebut dipilih 32 soal dengan kriteria sedang dan 1 soal dengan kriteria sukar untuk soal tes akhir. Dapat dilihat pada tabel 6.

          Leave a Reply

          Fill in your details below or click an icon to log in:

          WordPress.com Logo

          You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

          Twitter picture

          You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

          Facebook photo

          You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

          Google+ photo

          You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

          Connecting to %s